Enthung Jati


enthung jati

Gunungkidul merupakan suatu kabupaten di DIY, yg struktur tanahnya mengandung kapur. Mungkin karena itulah, ditempat kelahiran saya tsb, pohon jati sangat banyak ditemukan, mungkin krn jati cocok tumbuh didaerah yg berkapur. Sehubungan banyaknya pohon jati diwilayah tsb, tentu jg ada ulat (jawa : uler) yg memakan daun jati, bahkan ada musim ulat jati, dimana hampir seluruh pohon jati, pasti ada ulatnya. Bagi yg bkan warga gunungkidul, mungkin akan merasa geli atau takut saat musim ulat jati, karena bnyknya ulat jati yg menempel bahkan turun ketanah (dgn menggunakan smacam liurnya). Tapi bagi warga setempat, justru musim itu adalah saat2 yg menyenangkan, karena hampir semua org khususnya anak2 kecil berburu ulat. Apalagi setelah beberapa waktu, biasanya ulat tsb kmudian menjadi kempompong (jawa: enthung), warnanya merah tua. Inilah saat yg menyenangkan, karena semua org mencari enthung tsb, biasanya enthung akan menempel didaun jati atau bersembunyi ditanah dibalik gundukan batu2 kecil. Setelah mendapatkan enthung tsb dlm jmlah banyak, maka biasanya akan segera digoreng dgn dibumbui sedikit garam. Dan rasanya tentu saja gurih dan lezat.

Posted on 28 Juli 2011, in Umum. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. bagoez parikezit

    kangen

  2. kangen uler + enthunge

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: